Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Maafkan sebelum Ramadhan

Sungguh
Aku tak punya cukup alasan
Ketika melakukan suatu kesalahan

Namun setitik pengakuan
Ini berasal dari lubuk hati terdalam

Sungguh
Aku sadar
Permintaan maaf tak akan mengubur salah
Tapi aku sadar aku pernah salah
Dan aku mengungkapkannya

Kemanusiaanku tak akan kugunakan
Untuk menutupi kesalahan itu
Karena kemanusiaan telah menempatkanku
Ke tempat tertinggi ciptaan Allah

Kesalahanku adalah kesalahanku
Tak terkait dengan kemanusiaanku
Karena berarti aku telah menyalahkan penciptaku
Tak ada yang salah dari Pencipta
Allah sungguh Maha Sempurna

Jalan hidup yang kulalalui
Tak jarang membuatku harus memilih
Jalan terjal yang bermakna
Atau jalan lurus yang berbahaya
Itu pilihanku
Termasuk benar-salah dalam perbuatanku

Tak ada harap yang berlebih
Tak dimaafkanpun bolehlah jadi
Asal jadi di beri sanksi
Karena tak kuat diri ini

Ramadhan sesungguhnya tak terkait dengan memaafkan
Karena kesalahan tak ada batas waktu dan ruang
Tapi kuikuti juga kebiasaan

Maafkan yach
Bagaimana jadinya aku mengarungi Ramadhan ini
Tanpa maaf dari semua manusia di bumi
Atas segalah kesalahan yang pernah kulakukan
Selama ini
»»  LANJUTKAN???...

Senin, 27 Februari 2012

Dinangoi + Santan = Uenak

Rumah Dinangoi yang terletak di depan SDN 1 Motoboi Kecil, saat ini membuat resep baru. Sebenarnya
resep ini bukan benar-benar baru melainkan hanya mengembalikan tradisi leluhur Mongondow yang berdiam di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Resep baru tersebut adalah dinangoi + santan yang menghasilkan kenikmatan tak tertahankan.
Untuk saat ini terdapat tiga jenis santan:
1. Santan Ayam
Santan ayam dalam bahasa Mongondow disebut juga pinogi'ot yang harfiahnya berarti dikeringkan. Namun karena harus di makan dengan dinangoi maka harus tetap banyak kuahnya.
Harga: Rp 13.000,-/porsi

2. Santan Ikan
Santan ikan sebenarnya sama juga dengan santan ayam, tapi bahan utamanya ikan. Ikan yang tersedia yaitu:
- Bobara
- Cakalang
- Ikan air tawar
Harga: Rp 10.000,-/porsi

3. Santan Kepiting
Santan kepiting ya jelasnya bahan utamanya dari kepiting


Mau merasakan bagaimana gurihnya dinangoi + santan, dipersilahkan ke RUMAH DINANGOI, depan SDN 1 Motoboi Kecil.

Pengembangan
Ke depannya kami berencana akan mengembangkan RUMAH DINANGOI menjadi tempat wisata kuliner, tempat diskusi, perpustakaan, sekber dari Perhimpunan Putra Totabuan (PINOTABA), klub MOBOIS (Mobaca bo Momais/Membaca dan Menulis), kantor dari Gerbang Pasifik (penerbit buku Mongondow)
Dinangoi, Khas Mongondow
Murah, Meriah, Bersahaja
Bisa didapatkan di
RUMAH DINANGOI
Motoboi Kecil, depan SD
Mohon doa dari pembaca sekalian. Kalau ingin membantu pun kami mempersilahkan :)
»»  LANJUTKAN???...

Kamis, 16 Februari 2012

RUMAH DINANGOI


Menu di Rumah Dinangoi, Buku pun ada :)


Dinangoi adalah makanan khas masyarakat Bolaang Mongondow Raya, Sulawesi Utara. Karena kekhasannya ini maka kami mendirikan warung makan yang didaerah kami biasa disebut "kantin" dengan nama RUMAH DINANGOI. Namun tak hanya Dinangoi yang dijual di RUMAH DINANGOI, bahkan buku yang khas Bolmong Raya pun di jual di sini.
Dinangoi dibuat dengan membakar sagu di dalam satu tatakan yang terbuat dari tanah liat. Di atas sagu diletakan aneka bumbu yang akan menjadi rasa dari dinangoi tersebut. Saat ini di RUMAH DINANGOI terdapat :
1. Dinangoi isi ayam ==> Rp 5000,- / buah
2. Dinangoi Rasa durian ==> Rp 3500,-/buah
3. Dinangoi Rasa gula merah ==> Rp 3000,- / buah
4. Dinangoi kelapa ===> Rp 2000,- / buah
5. Dinangoi rasa keju ==> Rp 3500,- / buah
6. Dinangoi bumbu ==> Rp 2000,- / buah
7. Dinangoi biasa ==> Rp 1000,-/buah
Kuliner lainnya yang khas adalah Inambal. Di Gorontalo, jenis makanan ini disebut ilabulo. Untuk inambal terdapat:
1. Inambal kukus ==> Rp 1500,-/buah
2. Inambal panggang ==> Rp 2000,- / buah
Di RUMAH DINANGOI juga terdapat kopi khas Kotamobagu, jagung bakar, tunutuan, mie dan bakso. Ke depannya, kuliner yang khas daerah akan dikembangkan.
RUMAH DINANGOI pun menjual novel yang berlatar Bolmong Raya.

Pengembangan
Ke depannya kami berencana akan mengembangkan RUMAH DINANGOI menjadi tempat wisata kuliner, tempat diskusi, perpustakaan, sekber dari Perhimpunan Putra Totabuan (PINOTABA), klub MOBOIS (Mobaca bo Momais/Membaca dan Menulis), kantor dari Gerbang Pasifik (penerbit buku Mongondow)
Mohon doa dari pembaca sekalian. Kalau ingin membantu pun kami mempersilahkan :)
==========================
Menu baru di Rumah Dinangoi
Sejak malam minggu (25 Februari 2012), Rumah Dinangoi menyajikan menu baru, yaitu Dinangoi + Ayam Santan dan Dinangoi + Ikan Santan.
Ayam santan di Bolmong lebih sering disebut "pinogi'ot", sementara ikan berasal dari ikan air tawar yang dibakar kemudian dibuatkan bumbu dan disantan. Rasanya renyah, terlebih ketika di makan dengan dinangoi yang bersumber dari sagu.
Kami bukan semata-mata berbisnis, tapi melestarikan tradisi yang sudah cukup lama menghilang.
 


»»  LANJUTKAN???...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Daftar Isi Blog

Teman di FB